Wednesday, November 14, 2012

Little Africa in Indonesia!

hi kupu!

liburan musim panas alias Juli kemarin, saya sempet little escape ke Little Africa di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur. tempat ini sudah menjadi incaran saya dari jauh hari dengan sahabat twinski saya bernama Nindi. segala persiapan telah tertata rapi, namun H-beberapa jam ada urgent-changed yang sempet bikin kami pesimis dan alhasil jam nya pun molor tidak sesuai perkiraan.

rencana awalnya, kami berangkat pagi sekali dan sampai disana sekitar sore hari lalu kemudian bersiap untuk Safari Night di  Little Africa tersebut. kami ingin berburu banteng! namun sungguh meleset diluar dugaan. saya dan Nindi bersama 2 teman lelaki, Mas Hendro dan Mas Aling, sebagai supir pribadi, baru berangkat pada siang hari, menggunakan kendaraan pribadi. guess what?
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam, kami sampai disana pada malam hari dan tidak diperbolehkan masuk pintu gerbang lantaran sudah memasuki jam-berbahaya. mengapa?
1. dari pintu gerbang menuju Little Africa tidak ada penerangan sama sekali, jaraknya 12 km.
2. sepanjang 12 km, kanan kiri jalan adalah hutan liar dengan binatang-binatangnya.
3. sepanjang 12 km, tidak ada orang sama sekali.
4. sepanjang 12 km hingga Little Africa itu sendiri tidak terdapat sinyal sama sekali.
5. sang guide pun tidak berani memasuki kawasan tersebut pada malam hari, kecuali kalau memang pada awalnya sudah ada di dalam Little Africa.

alhasil, kami bermalam di rumah penduduk sekitar yang kamar-kamarnya disewakan. satu kamar seharga Rp 100.000,- per malam. kami segera beristirahat dan tidak sabar menunggu pagi datang. apalagi sang ibu pemilik rumah memamerkan sejumlah foto hasil jepretan di dalam kawasan 
Little Africa yang wow banget.

esok harinya kami berempat berangkat menuju kawasan Little Africa.
oh ya, kami hanya cukup membayar sekitar Rp 6.000,- saja loh :)
dan ya, memang benar, sepanjang 12 km kanan kiri adalah hutan liar. jalanan ini bernama Batangan. sepi sekali. hanya suara kicauan burung di pagi hari dan pemandangan yang sejuk di dalam hutan. 
jalanannya pun tidak rata dan hanya cukup 1 mobil.
kami mendapati berbagai macam binatang seperti berbagai macam burung, ayam alas, rusa, dan merak! yak! kamera siap membidik dari dalam mobil!

burung merak di sepanjang Batangan, perjalanan menuju Little Africa. sangat indah bukan :')

dan akhirnya kita sampai di kawasan Little Africa!! kawasan ini terdiri dari padang savana, hutan, dan laut. padang savana ini bernama Bekol. dan saya sangat amazed ketika turun dari mobil dan melihat sekawanan merak terbang! seumur-umur baru pertama kalinya saya melihat merak terbang! Subhanallah!

sekawanan merak yang langsung terbang ketika mendapati kami datang di dekatnya. jepretannya juga tergesa jadinya :')

lalu kami berempat berjalan-jalan di sekitar padang savana Bekol ini. sungguh sunyi senyap tidak ada orang. hanya terlihat satu dua penjaga di pos jaga. di sekitar Bekol, terdapat pos jaga, kantor seksi, shelter, 3 wisma besar dengan beberapa kamar di dalamnya, dan menara pandang.
menara pandang ini digunakan untuk memantau aktivitas binatang-binatang di Bekol area terutama pada malam hari ketika Safari Night. dan binatang yang paling diburu untuk dilihat di Bekol ini adalah banteng. yang katanya, cuma terlihat di malam hari karena siangnya mereka berkubang. dan mirisnya, jumlah banteng di Bekol sudah semakin punah.
untungnya ada Taman Nasional semacam  Little Africa untuk melindungi mereka dari kepunahan.

saya dan Nindi di sekitar Pos Jaga dan di depan Wisma.


tengkorak Banteng ini usianya sudah berpuluhan tahun :')



kami berempat begitu menikmati padang savana Bekol ini. meskipun cuaca sangat panas namun kami tidak menyia-nyiakan waktu ini. jauh-jauh dari Malang alhamdulillah kesampean juga. saya dan Nindi begitu excited dan amazed dengan indahnya ciptaan Allah tersebut. begitu bebas, sangat luas, dan merasa sangat kecil di hadapan Allah.
saya pernah membaca buku dimana sahabat Ali bin Abi Thalib berkata "jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah" dan sungguh begitu terasa bagaimana kita harus mengagumi ciptaan Allah.

Padang Savana Bekol
Padang Savana Bekol


kawanan rusa sedang mencari makan di hutan dekat savana Bekol! :))

kiri atas : bebatuan di Bekol menuju Bama. kanan atas: saya dan Nindi. kiri bawah: saya nemu tulang! kanan bawah: tanaman di hutan Bekol kebanyakan adalah Palem.
puas bermain-main di Bekol, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bama. letaknya 3 km dari Bekol. kami tetap menggunakan mobil pribadi sambil sesekali turun atau memotret dari dalam mobil jika ada view yang sangat bagus. lagi-lagi kanan kiri jalan adalah hutan yang masih banyak binatang di dalamnya. tidak bisa membayangkan bagaimana jika malam hari.
selama perjalanan menuju Pantai Bama kami bertemu dengan berbagai macam rusa dalam jumlah banyak. dan ada beberapa binatang yang kami tidak tau namanya hehe.

apakah ini rusa tua? saya tidak tau namanya hihihi. bagus.. liar dan garang. tapi sedih, dia sendirian.

setelah menempuh perjalanan sejauh 3 km, sampailah kita di Pantai Bama!! daaan..jackpooottt!! tidak ada orang sama sekali di pantai ini. gila. sepi. serasa private-beach. kadang kepikiran hal yang serem-serem juga jadinya. tapi saya, Nindi, Mas Aling, dan Mas Hendro santai saja. enjoy this beach!
meskipun udara sangat menyengat di siang hari, namun semua itu terbayar dengan keindahan Pantai Bama. pantainya cukup simpel, tidak terlihat karang. hanya terdiri dari dari Mangrove, pesisir pantai, pohon-pohon teduh, dan laut yang membentang.

pemandangan Pantai Bama

kami berpisah, saya dengan Nindi berjalan menysuri pantai dan Mas Aling dengan Mas Hendro memilih untuk mencoba menaiki perahu kecil yang tertaut tali pantai. kami menghabiskan waktu masing-masing. dan seperti biasa, saya dengan Nindi ber-girls-time ria! dan beberapa saat setelah itu kami berkumpul kembali bersama-sama bermain di hutan Mangrove! :)

hutan Mangrove di Pantai Bama

setelah cukup berlama-lama di Pantai Bama, kami memutuskan untuk pulang. kembali melewati perjalanan seperti berangkat tadi. kembali lagi bertemu dengan hutan dan padang savana. meninggalkan Bama, melewati Bekol, dan menuju Batangan, total 15 km. dan langsung bertolak kembali menuju Malang dan menghabiskan waktu sekitar 6 jam. lebih cepat bukan :)



ternyata kami belum puas. ketika melewati Bekol, pemandangan ke arah balik lebih bagus karena terlihat gunung yang gagah menjulang. alhasil kita berhenti di tengah padang savana dan mengabadikan beberapa pemandangan, menikmatinya di bawah terik matahari, hingga kami yakin untuk meninggalkan Little Africa ini. sungguh indah. tidak usah berjauh-jauh ke Afrika, kami dapat menikmati pemandangan dan suasana seperti di Afrika dengan sangat dekat. di negara kami sendiri, Indonesia. di provinsi kami sendiri, Jawa Timur. bangga bukan.. Indonesia kaya akan keindahan alam ciptaan Allah :)

bertemu kawanan kupu-kupu cantik di hutan perjalanan kami pulang :)))))

Sunday, November 11, 2012

5 pilars of life for Molin

SMILE

STAY POSITIVE 

DEVELOP YOURSELF

SAY SORRY AND SAY THANKS

 KEEP CONTRIBUTE TO OTHER PEOPLE

adding value for ownself and other people

 pada sebuah siang di Ria Djenaka kafe di Kota Malang, saya menghadiri sebuah Youth Talk Event yang digelar oleh @AIESECLCUB berkolaborasi dengan @PertamaxInd. sebuah talkshow yang sedang gencar bertema "Apa Idemu? Jadikan Indonesia Lebih Baik". ada sesi tentang Socio Entrepreneur yang dibawakan Mas Imam Subchan dan juga sesi tentang Brand Yourself yang dibawakan Mba Ria. mereka berdua dari Dbrand Indonesia. 

cukup santai dan asik sesi talkshow pada siang itu, dan saya bertemu dengan teman saya dari Semarang yang juga datang. pertama dan terakhir saya bertemu dia ketika Management Board Conference AIESEC Indonesia di Semarang tahun 2010. Namanya Rakai Panangkaran, panggil saja Raka. I see that he have been developed enough from the first time I know him. we were talking about our college and our carrier so far. saya baru tahu kalau dia orangnya cukup talkative dan kritis tentunya. potongan seperti dia cocok sebagai orang marketing dan ternyata dia memang mahasiswa Manajemen Undip 2008. berikut percakapan saya dan Raka kurang lebihnya:

saya: Raka tumben jauh-jauh dibelain dateng ke Malang buat talkshow beginian?
Raka: iya gue emang lagi ngebantuin Mas Imam. Mas Imam itu dari Akademi Berbagi Solo. dia emang suka berkecimpung di bidang sosial kaya gini.  ada yang aneh?
saya: engga, tapi emangnya Raka sebagai apa sih ko tumben?
Raka: hehe iya sebenernya gue baru aja jadi Managing Partner-nya Dbrand Indonesia yang notabene adalah Brand Consultant yang didirikan Mba Ria sama Mas Imam. tugasnya, gue ensuring talkshow ini berjalan sempurna sesuai kebutuhan partner dan audience kita. tapi ini baru pertama kali sih dan tepatnya di Malang.
saya: ih gitu pantesan kamu berkembang pesat ya sekarang. udah ngga ngAIESEC lagi di Undip? skripsi gimana ka?haha
Raka: udah beres AIESEC gue, jujur AIESEC itu candu! jadi gue harus tegas berhenti. skripsi gue masih BAB NIAT. jangan ditiru ya, Sa! haha. skripsi lo gimana? AIESEC?
saya: keburu tua tuh di kampus. skripsi lagi jalan, AIESEC di UB udah pensiun lah dan sekarang jadi auditor AIESEC Indonsia.
Raka: sukses ya, anyway lo ta ngga, Mba Ria itu dulunya kerja di Shell. tapi udah resign sekarang. padahal kalo lo tau, seandainya dia masih di Shell sekarang, dia bakal jadi (apa ya saya lupa tapi kalo tidak salah semacam Direktur). tapi dia rela resign, karena dia tau kalo dia kerja disitu hanya untuk kepuasan dirinya. dia pengen kerja untuk kepuasan orang lain, dengan cara kerja di tempat yang membutuhkan dirinya untuk mengembangkan tempat itu. contohnya sama Pertamax ini yang lagi butuh banget diangkat brandnya. Elsa, bentar ya gue mau dokumentasiin mereka dulu.

beberapa hal yang bisa saya dapatkan siang itu:
pertama, dua tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengembangkan diri seseorang melalui banyak cara. dan suatu hal yang pasti dari perkembangan itu adalah seberapa signifikan seseorang berubah menjadi lebih baik. seberapa signifikan. percuma berubah jika tidak ada hasil yang cukup signifikan.
kedua, bagaimana kita mampu berkontribusi untuk lingkungan di sekitar kita secara langsung dan menjadi bermanfaat untuk orang lain alias how significant ourself for having value for other people. analoginya adalah seperti CSR (Corporate Social Responsibility) dimana merupakan suatu program  yang dijalankan perusahaan untuk balancing and making sustainable of the society and environment di sekitar perusahaan melalui berbagai macam cara selagi perusahaan tersebut mengembangkan bisnis usahanya, jadi double impact. contoh untuk diri kita sendiri, salah satu caranya adalah dengan Brand. Brand-ingkan diri kita sendiri agar memiliki nilai positif di mata orang lain. mulailah dari hal-hal kecil yang positif. sebelum orang lain mem-brand-ingkan diri kita menurut persepsinya masing-masing.

yang muda yang lebih berkesempatan untuk berkembang :)